Berita Bola

Tampilkan postingan dengan label Berita Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Olahraga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juni 2015

Performa Menurun, Bayer Munchen Akan Jual Gotze



Munich - Bayern Munich tak menutup kemungkinan suatu hari bakal melepas pemain muda andalannya Mario Goetze. Tapi Die Roten akan menunggu datangnya tawaran yang cocok untuk Goetze.

Goetze dibeli mahal dari Borussia Dortmund pada musim 2013 lalu dengan banderol 37 juta euro. 1,5 musim pertamanya dijalani dengan baik di mana Goetze jadi pilihan utama Pep Guardiola.

Namun, penampilannya menurun di paruh kedua musim ini yang membuatnya kerap dibangkucadangkan. Total musim ini Goetze tampil 48 kali dan bikin 15 gol, sama dengan apa yang didapatnya musim lalu.

Performa di sepertiga akhir musim itulah yang kemudian membuat masa depan Goetze dispekulasikan. Kabar yang kencang beredar di Jerman sana bahwa Bayern mulai membuka peluang untuk melepas pesepakbola 23 tahun itu.

Meski demikian Bayern tak akan melepasnya dengan harga murah jika ada klub yang menginginkan jasa Goetze.

"Setahu kami kontraknya masih berlaku hingga 2017. Sebagai tambahan, kami tidak begitu memikirkan persoalan lainnya," tutur CEO Bayern, Karl-Hein Rummenigge, seperti dikutip Soccernet.

"Hanya ada satu harga, dan itu adalah harga pasar di mana dikontrol oleh permintaaan serta ketersediaan di pasar," sambungnya.

"Kami mengeluarkan banyak uang untuk membeli Mario dua tahun lalu. Wajar jika ekspektasi kami, juga media dan fans, otomatis bakal tinggi."

www.AyoBetting.com

Kamis, 26 Februari 2015

PD 2022 Akan di Gelar Pada Bulan Desember


 
Badan Federasi sepakbola dunia, FIFA  tutup telinga dengan protes klub Eropa terkait pergeseran jadwal Piala Dunia 2022 Qatar. Perhelatan tersebut digeser ke penghujung tahun alias Desember.

Gagasan pergeseran jadwal dari pertengahan tahun timbul menyusul kekhawatiran peserta di periode tersebut, tempratur di Qatar sangat tinggi. Hal itu dinilai bisa mengganggu kesehatan pemain disamping risiko besar dehidrasi yang mengintai. FIFA sepakat memindahkan tanggal kompetisi ke Desember.

Piala Dunia 2022 direncankan 26 November hingga 23 Desember. Konsekuensinya, laga berdurasi selama 31 hari atau sehari lebih pendek dari Piala Dunia 2014 di Brasil.

Sontak, manuver FIFA itu ditentang pengelola liga-liga di Eropa karena pergeseran agenda Piala Dunia bertabrakan dengan jadwal mayoritas kompetisi di Eropa; seperti Inggris, Italia, Spanyol, dan Jerman. Regulator liga-liga Benua Biru itu satu suara, menuntut kompensasi dari FIFA menyusul perubahan tersebut.

Sekretaris Jendral FIFA, Jerome Valcke santai menanggapi protes dari pengelola kompetisi. Bahkan terkesan mengacuhkannya. Menurut Valcke, itu soal sepele.

"(Mereka) punya waktu tujuh tahun untuk mengatur ulang (jadwal kompetisi domestik),"ujar Valcke, dalam jumpa pers di Doha, Qatar, Rabu (25/2/2015). Petinggi FIFA itu mengaku telah mendapat nota kesepakatan dengan klub.

Sebelumnya, asosiasi sepakbola Eropa, mewakili klub besar di Inggris, Jerman dan Prancis, tidak sejalan dengan rekomendasi Satgas FIFA yang mengganti waktu Piala Dunia 202Badan Federasi sepakbola dunia, FIFA  tutup telinga dengan protes klub Eropa terkait pergeseran jadwal Piala Dunia 2022 Qatar. Perhelatan tersebut digeser ke penghujung tahun alias Desember.

Gagasan pergeseran jadwal dari pertengahan tahun timbul menyusul kekhawatiran peserta di periode tersebut, tempratur di Qatar sangat tinggi. Hal itu dinilai bisa mengganggu kesehatan pemain disamping risiko besar dehidrasi yang mengintai. FIFA sepakat memindahkan tanggal kompetisi ke Desember.

Piala Dunia 2022 direncankan 26 November hingga 23 Desember. Konsekuensinya, laga berdurasi selama 31 hari atau sehari lebih pendek dari Piala Dunia 2014 di Brasil.

Sontak, manuver FIFA itu ditentang pengelola liga-liga di Eropa karena pergeseran agenda Piala Dunia bertabrakan dengan jadwal mayoritas kompetisi di Eropa; seperti Inggris, Italia, Spanyol, dan Jerman. Regulator liga-liga Benua Biru itu satu suara, menuntut kompensasi dari FIFA menyusul perubahan tersebut.

Sekretaris Jendral FIFA, Jerome Valcke santai menanggapi protes dari pengelola kompetisi. Bahkan terkesan mengacuhkannya. Menurut Valcke, itu soal sepele.

"(Mereka) punya waktu tujuh tahun untuk mengatur ulang (jadwal kompetisi domestik),"ujar Valcke, dalam jumpa pers di Doha, Qatar, Rabu (25/2/2015). Petinggi FIFA itu mengaku telah mendapat nota kesepakatan dengan klub.

Sebelumnya, asosiasi sepakbola Eropa, mewakili klub besar di Inggris, Jerman dan Prancis, tidak sejalan dengan rekomendasi Satgas FIFA yang mengganti waktu Piala Dunia 202Badan Federasi sepakbola dunia, FIFA  tutup telinga dengan protes klub Eropa terkait pergeseran jadwal Piala Dunia 2022 Qatar. Perhelatan tersebut digeser ke penghujung tahun alias Desember.

Gagasan pergeseran jadwal dari pertengahan tahun timbul menyusul kekhawatiran peserta di periode tersebut, tempratur di Qatar sangat tinggi. Hal itu dinilai bisa mengganggu kesehatan pemain disamping risiko besar dehidrasi yang mengintai. FIFA sepakat memindahkan tanggal kompetisi ke Desember.

Piala Dunia 2022 direncankan 26 November hingga 23 Desember. Konsekuensinya, laga berdurasi selama 31 hari atau sehari lebih pendek dari Piala Dunia 2014 di Brasil.

Sontak, manuver FIFA itu ditentang pengelola liga-liga di Eropa karena pergeseran agenda Piala Dunia bertabrakan dengan jadwal mayoritas kompetisi di Eropa; seperti Inggris, Italia, Spanyol, dan Jerman. Regulator liga-liga Benua Biru itu satu suara, menuntut kompensasi dari FIFA menyusul perubahan tersebut.

Sekretaris Jendral FIFA, Jerome Valcke santai menanggapi protes dari pengelola kompetisi. Bahkan terkesan mengacuhkannya. Menurut Valcke, itu soal sepele.

"(Mereka) punya waktu tujuh tahun untuk mengatur ulang (jadwal kompetisi domestik),"ujar Valcke, dalam jumpa pers di Doha, Qatar, Rabu (25/2/2015). Petinggi FIFA itu mengaku telah mendapat nota kesepakatan dengan klub.

Sebelumnya, asosiasi sepakbola Eropa, mewakili klub besar di Inggris, Jerman dan Prancis, tidak sejalan dengan rekomendasi Satgas FIFA yang mengganti waktu Piala Dunia 202