Berita Bola

Tampilkan postingan dengan label jadwal pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jadwal pertandingan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Juli 2015

Hasil Drawing Kualifikasi Piala Dunia 2018



ST PETERSBURG – Dua tim raksasa yakni Spanyol dan Italia sudah harus saling berhadapan di Kualifikasi Piala Dunia 2018, begitu juga dengan Belanda dan Prancis. Sementara itu, sang juara bertahan Jerman berada di grup yang relatif ringan.

Yang juga menarik perhatian adalah duel antara Inggris dan Skotlandia yang tergabung dalam Grup F. Keduanya pernah bertemu pada November 2014, dengan kemenangan yang berpihak pada Wayne Rooney dan kawan-kawan dengan skor 3-1.

Namun, persaingan yang paling ketat diprediksi akan tersaji di Grup A, yang dihuni Prancis, Belanda, Swedia, Bulgaria, Belarusia, dan Luksemburg. Pun begitu dengan Grup G yang diisi finalis Piala Eropa 2012 yakni Spanyol dan Italia.

Sementara itu, Jerman takkan menghadapi perlawanan berarti karena segrup dengan Republik Ceko, Irlandia Utara, Norwegia, Azerbaijan, dan San Marino di Grup C. Pemenang grup akan langsung lolos ke putaran final bersama sang tuan rumah Rusia, sementara runner up akan beradu di babak playoff.

Grup A: Belanda, Prancis, Swedia, Bulgaria, Belarusia, Luksemburg

Grup B: Portugal, Swiss, Hongaria, Kepulauan Faroe, Latvia, Andorra

Grup C: Jerman, Republik Ceko, Irlandia Utara, Norwegia, Azerbaijan, San Marino

Grup D: Wales, Austria, Serbia, Republik Irlandia, Moldova, Georgia

Grup E: Rumania, Denmark, Polandia, Montenegro, Armenia, Kazakhstan

Grup F: Inggris, Slovakia, Skotlandia, Slovenia, Lithuania, Malta

Grup G: Spanyol, Italia, Albania, Israel, Makedonia, Liechtenstein

Grup H: Belgia, Bosnia, Yunani, Estonia, Siprus

Grup I: Kroasia, Islandia, Ukraina, Turki, Finlandia

Rabu, 10 Desember 2014

Frenz United Indonesia Bungkam Timnas Indonesia U-19

Frenz United Indonesia Bungkam Timnas Indonesia U-19



Keunggulan jumlah pemain di babak kedua gagal dimanfaatkan Indonesia U-19 untuk mengejar ketertinggalan dua gol dari FUI di babak pertama.

 GOALOLEH    MUHAMAD RAIS ADNAN     Ikuti di twitter
Timnas Indonesia U-19 harus mengakui keunggulan Frenz United Indonesia (FUI), skor 2-0, pada laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/12) petang. Ini menjadi kekalahan pertama dari dua uji coba terakhir yang sudah dilakoni skuat asuhan Fakhri Husaini itu. Sebelumnya, tim yang disiapkan untuk Piala AFF U-19 2015 ini berhasil menaklukkan Singapura U-19 dengan skor tipis 1-0, Senin (8/12). 

Pada menit awal pertandingan, FUI yang sudah dipersiapkan lebih lama langsung tampil menekan pertahanan tim Garuda Muda. Bahkan, mereka langsung unggul 1-0, ketika pertandingan memasuki menit ke-13 lewat pemain asal Iran, Reza Karimi. Unggul satu gol, membuat para penggawa FUI tampil lebih nyaman dalam memainkan bola.

Beberapa kali, Andy Setyo Nugroho kewalahan dalam menghadapi serangan yang dilancarkan skuat yang dilatih Muhammad Zahid Bin Hasim itu. Hingga akhirnya, gawang Indonesia U-19 harus kebobolan lagi pada menit ke-26. Adalah Yugan Poobathy yang berhasil membobol gawang Indonesia U-19 yang dijaga kiper Satria Tama Hardiyanto. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Indonesia U-19 mendapatkan keuntungan setelah gelandang FUI, Akhbar Eka Putra dikartu merah wasit ketika babak kedua baru berjalan dua menit. Tapi, unggul jumlah pemain tetap tak bisa membuat Indonesia U-19 membobol gawang FUI.

Setiap serangan yang dilancarkan Indonesia U-19 selalu bisa dipatahkan pertahanan FUI yang cukup solid pada laga ini. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai. Ini menjadi modal bagus bagi FUI yang bakal terjun dalam turnamen internasional Frenz International Cup 2015 3-14 Januari 2015.


Susunan pemain kedua tim:

Indonesia U-19
Pelatih: Fakhri Husaini

Satria Tama Hardiyanto; M. Rifad Marasabessy, M. Pachri Caesar, Aldo Claudio, Andy Setyo Nugroho; Ronaldo Eko Julianto, T.M.Ichsan, Sendy Pratama, Sahrul Akmal; Fulgensius Billy Paji Keraf, M. Mursal

Cadangan: Panggih Prio Sembodho, Ibrahim Sanjaya, Yoga Pratama Hadi Kuswendi, Aed Tri Oka, Andrew Alexander Nggeolima, Wahyu Setiawan Hamisi, Andhika Agraprana, Firmansyah, Afdal Yusra, Iqmal Nur Samsu, Justin Stephen


Frenz United Indonesia
Pelatih: Muhammad Zahid Bin Hasim

Azman; Nima, Muhammad Amirul, Muhammad Azrul, Dandi Maulana; Reza Karimi, Bayu Firmansyah, Akhbar Eka Putra, Amin Rais Ohorella; Yugan Poobathy, Ade Ivan Hafilah

Cadangan: Yoga Triseptyan Herlambang, Muhammad Faiz, Arash Ghafour, Aep Maulana, Fridolin Kristof Yoku, Daniel Amier, Riswan Yusman, Dody Al Fayed 

Minggu, 07 Desember 2014

Laporan Pertandingan: AS Roma 2-2 Sassuolo

AS Roma gagal dekati Juventus setelah hanya mampu bermain imbang saat menjamu Sassuolo.

BET=AS RomaROM25.2€SERI32€Manchester CityMNC25.6€Mansion
GOAL OLEH   TEGAR PARAMARTHA      Ikuti di twitter
AS Roma gagal memanfaatkan hasil tidak maksimal yang diraih Juventus, setelah mereka juga tidak mampu memetik kemenangan kala menjamu Sassuolo. Adem Ljajic menyelamatkan muka Roma di hadapan pendukungnya melalui dua golnya yang memaksa laga berakhir imbang 2-2.

Babak Pertama

AS Roma mengawali pertandingan dengan kurang baik, tuan rumah tidak mampu langsung memberi performa terbaik sehingga membuat Sassuolo tidak terlalu tertekan.

Bahkan, ketika laga menginjak 15 menit, tim tamu berhasil mencetak gol terlebih dahulu setelah Simone Zaza memanfaatkan blunder Morgan De Sanctis yang terlalu lama membawa bola sehingga berhasil dicuri oleh sang striker sebelum diceploskan ke dalam gawang yang kosong.

Alih-alih bangkit, Roma kembali kecolongan tiga menit berselang. Umpan Simone Missiroli berhasil dikuasai oleh Zaza sebelum ia melewati bek Roma untuk berhadapan satu lawan satu dengan De Sanctis dan kemudian mencetak gol keduanya.

Tertinggal dua gol membuat Roma tampil lebih agresif, sementara Sassuolo semakin mengandalkan serangan balik. Namun, tidak ada gol tambahan tercipta di sisa waktu yang ada, sehingga skor 2-0 bertahan hingga jeda.

Babak Kedua

Roma langsung bermain agresif di awal babak kedua, namun baru lima menit berjalan, rencana tersebut terancam berantakan setelah Daniele De Rossi mendapatkan kartu kuning kedua usai melanggar Domenico Berardi.



Bermain dengan sepuluh pemain membuat skuat asuhan Rudi Garcia kesulitan menembus kokohnya lini pertahanan Sassuolo. Bahkan, Berardi nyaris mencetak gol ketiga untuk tim tamu seandainya tembakannya tidak dimentahkan oleh De Sanctis.

Perlahan Roma mulai kembali memegang dominasi permainan meski kalah jumlah pemain. Alhasil, Roma sukses memperkecil kedudukan di menit ke-78 melalui eksekusi penalti Adem Ljajic. Hadiah penalti itu sendiri didapat setelah umpan silang Gervinho mengenai tangan Sime Vrsaljko di kotak terlarang.

Ljajic akhirnya menjadi bintang tuan rumah setelah ia mencetak gol kedua yang memaksa skor berubah menjadi imbang. Ia menciptakan gol tersebut secara dramatis dengan mencetaknya pada injury time babak kedua.

Sementara itu, Sassuolo akhirnya juga mengakhiri laga dengan sepuluh pemain usai Vrsaljko mendapatkan kartu kuning kedua di akhir pertandingan.

Susunan Pemain

AS Roma: De Sanctis; Florenzi, Yanga-Mbiwa, Manolas, Holebas; Pjanic, De Rossi, Strootman; Iturbe, Destro, Ljajic

Sassuolo: Consigli; Vrsaljko, Cannavaro, Acerbi, Peluso; Brighi, Missiroli, Taider; Berardi, Zaza, Sansone

Frank Ribery Kesampingkan Torehan 100 Gol



Gol yang dicetak sayap Prancis ini ke gawang Leverkusen melengkapi torehan pribadinya bersama Bayern menjadi genap 100 gol.

Franck Ribery mengaku lebih tertarik membicarakan kemenangan 1-0 yang diraih Bayern Munich atas Bayer Leverkusen ketimbang catatan golnya yang sukses menembus angka 100 di laga tersebut.

Ribery mencetak gol semata wayang dalam laga yang digelar di Allianz Arena, Sabtu (6/12) itu, lewat sepakan volinya di awal babak kedua. Namun, ia menilai tiga poin yang diraih pasukan Pep Guardiola itu lebih bernilai harganya ketimbang torehan 100 golnya untuk Bayern di semua kompetisi.

“Ini adalah kemenangan sangat penting yang diraih dalam laga yang sulit. Leverkusen adalah tim bagus. Tak masalah kami gagal mencetak gol kedua. Torehan 100 gol ini bagus untuk saya secara personal. Tetapi di atas segalanya, tim adalah yang terpenting,” jelas Ribery di laman resmi klub.

Tak hanya menembus century gol, Ribery juga mencatatkan diri sebagai pemain asing dengan rekor penampilan terbanyak di Bundesliga Jerman. Pep Guardiola pun tak ketinggalan memuji sayap Prancis berusia 31 tahun ini.

“Dia adalah salah satu pemain asing terbaik Bayern sepanjang masa. Bersama [Arjen] Robben, Ribery memiliki tugas utama untuk menyerang, tetapi mereka mampu menjalankan tugas bertahan dengan baik,” kata Guardiola.

Rabu, 03 Desember 2014

Luis Suarez: Insting Gol Saya Akan Kembali



Suarez belum juga mencetak satu gol pun dalam lima laga La Liga, namun ia sama sekali tidak khawatir.


Striker Barcelona Luis Suarez optimistis bisa kembali menemukan ketajamannya setelah kembali gagal mencetak gol pada akhir pekan lalu.

Suarez sebenarnya baru saja sukses mencetak gol debut di laga kompetitif bagi Barca dalam partai Liga Champions kontra APOEL tengah pekan lalu. Namun, ketika menang 1-0 kontra Valencia pada Minggu (30/11) kemarin, Suarez kembali seret gol dan membuatnya kini genap tanpa gol di lima partai La Liga Spanyol meski tetap sanggup mencatat empat assist.

“Saya tahu, saya datang ke Barcelona untuk mencetak gol, tapi saya tidak khawatir dengan hal ini. Saya merasa bertanggung jawab mencetak gol bagi tim, namun Barca punya dua striker fenomenal [Lionel Messi dan Neymar], jadi tidak perlu ada reaksi berlebihan,” ujar Suarez kepada Catalunya Radio.

“Apa yang terjadi pada saya adalah masalah insting gol. Saya masih bermain ragu-ragu [ketika melawan Valencia] sehingga saya membuang-buang kesempatan. Tapi saya akan mencoba mendapatkan kembali insting itu,” jelasnya.

Senin, 01 Desember 2014

Laporan Pertandingan: AS Roma 4-2 FC Internazionale



Lewat pertandingan yang sangat ketat dan menghibur, AS Roma sukses menghantam FC Internazionale lewat skor telak 4-2, Senin (1/12) dini hari WIB.

GOALOLEH   AHMAD REZA HIKMATYAR     Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Lewat pertandingan yang sangat ketat dan menghibur, AS Roma sukses menghantam FC Internazionale lewat skor telak 4-2, dalam lanjutan Serie A Italia giornata ke-13, Senin (1/12) dini hari WIB.

Babak pertama berakhir imbang 1-1, setelah Gervinho dan Andrea Ranocchia mencetak gol untuk masing-masing tim. Empat gol lantas lahir di paruh kedua. Sepasang gol Miralem Pjanic ditambah satu dari Jose Holebas hanya mampu dibalas satu oleh Inter, lewat Pablo Osvaldo Sanchez. Roma pun meraup kemenangan telak 4-2!

Babak Pertama

Kedua tim yang memainkan formasi serupa, 4-3-1-2, sama-sama tampil penuh percaya diri sejak sepakan mula dilakukan. Skema permainan menyerang dan terbuka tersaji, sehingga adrenalin penonton langsung terpacu. Roma yang jadi tuan rumah, mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu.

Di menit kelima, sepakan voli Francesco Totti tipis saja di sisi kanan gawang kiper lawan, Samir Handanovic. Berselang sepuluh menit, aksi ciamik Maicon dari sisi kanan penyerangan mengalihkan perhatian para penggawa Inter. Bola lantas diberikan pada Miralem Pjanic yang berdiri kosong 25 yard dari garis gawang lawan. Sepakan keras pun dilakukan, tapi Handanovic tampil brilian dengan menepis bola yang meluncur tajam.

Kebuntuan tuan rumah akhirnya pecah saat laga memasuki menit ke-23. Aksi luar biasa Adem Ljajic dari sisi kiri pertahanan Inter, diakhiri dengan sontekan manis Gervinho, untuk membuat  I Lupi  unggul 1-0. Bebebrapa menit kemudian situasi yang sama persis terjadi, namun kali ini pemain asal Pantai Gading itu terjebak  offside.

Terus menerus diserang, Inter bermain cerdik dengan memanfaatkan situasi bola mati. Benar saja, mereka sukses menyamakan keadaan pada menit ke-36. Sang kapten, Andrea Ranocchia, memanfaatkan kelebihan posturnya untuk menanduk bola kiriman Zdravko Kuzmanovic. Kedudukan setara 1-1.

Reaksi ganas langsung ditunjukkan tim Serigala. Bombardir serangan dilakukan dan mereka hampir saja meraih keunggulan di menit ke-41, saat sepakan Ljajic mampu diblok sempurna tepat di mulut gawang oleh Hugo Campagnaro. Pada akhirnya skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua

Roma langsung menggebrak di babak kedua. Tanpa disangka aksi individu Jose Holebas beberapa detik saja setelah babak kedua dimulai, berbuah petaka bagi Inter. Bergerak di sisi kanan pertahanan lawan, pemain asal Yunani itu secara memesona melewati Campagnaro dan Ranocchia, sebelum melepaskan tembakan geledek yang membawa tuan rumah unggul 2-1!

Serangan demi serangan terus dilancarkan Roma, tapi Inter tak mau tinggal diam. Mereka tak segan meladeni permainan cepat nan terbuka tuan rumah. Beberapa percobaan berbahaya sanggup dihasilkan Tim Ular Kobra.

Memasuki menit ke-57, Inter akhirnya sukses memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Roma, yang tengah asyik menyerang. Tembakan keras mantan Romanista, Pablo Osvaldo -- menyempurnakan sodoran Dodo -- terdefleksi oleh kaki Davide Astori, dan mengubah keadaan menjadi imbang 2-2.

Kengototan Roma untuk menang membuat Inter bermain amat ke dalam setelahnya. Hanya berjarak tiga menit dari gol Osvaldo, Miralem Pjanic jadi protagonis yang membawa IlGiallorossi unggul 3-2. Tembakan first-time pemain Bosnia - Herzegovina itu masuk mantap ke jala Handanovic, setelah perjuangan hebat Totti memberi assist.

Dua pergantian pemain langsung dilakukan arsitek Roma, Rudi Garcia, untuk mengubah tempo pertandingan yang sangat cepat. Alessandro Florenzi dan Daniele De Rossi dimasukkan, menggantikan Adem Ljajic dan Seydou Keita.

Hasilnya? Efektif, karena tempo pertandingan turun dan Roma sanggup menjaga keunggulan dengan lebih nyaman. Inter pun sulit bereaksi dalam situasi anyar tersebut.

Ketika duel tinggal menyisakan beberapa detik saja, Pjanic sukses memperbesar keadaan menjadi 4-2 melalui sepakan bebas indahnya. Pada akhirnya Roma meraih kemenanga dan terus menempel ketat sang pemuncak klasemen, Juventus, dengan jarak tiga poin.

Susunan Pemain

AS Roma: De Sanctis; Maicon, Astori, Manolas, Holebas; Pjanic, Keita, Nainggolan; Ljajic, Gervinho, Totti

FC Internazionale: Handanovic; Campagnaro, Juan Jesus, Ranocchia, Dodo; Medel, Kuzmanovic, Guarin; M'Villa; Palacio, Osvaldo

Laporan Pertandingan: Eintracht Frankfurt 2-0 Borussia Dortmund



Derita terus hinggap pada Borussia Dortmund setelah kalah secara menyakitkan dari Eintracht Frankfurt, lewat skor 2-0, pada speelronde 13 Bundesliga Jerman 2014/15.



GOALOLEH   AHMAD REZA HIKMATYAR     Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Derita terus hinggap pada Borussia Dortmund setelah kalah secara menyakitkan dari Eintracht Frankfurt, lewat skor 2-0, pada speelronde 13 Bundesliga Jerman 2014/15, Senin (1/12) dini hari WIB.

Gol cepat Alexander Meier pada menit kelima membuat tuan rumah unggul 1-0 di paruh pertama. Haris Seferovic lantas menggandakan keadaan berkat kekonyolan lini belakang Dortmund, untuk mengakhiri laga dengan kedudukan 2-0.

Babak Pertama

Meski bermain di markas Fankfurt, Dortmund yang tak diperkuat Marco Reus dan tak didampingi Jurgen Klopp mampu tampil dominan. Skema  direct pass  dengan intensitas tinggi mereka terapkan hingga sukses menghasilkan beberapa peluang emas.

Kans pertama datang dari Shinji Kagawa di menit kedua. Bekerja sama secara apik dengan Henrik Mkhitaryan, sepakan keras pemain internasional Jepang itu sukses diblok oleh Wiedwald. Dua menit berselang, kiper utama Frankfurt itu kembali tampil gemilang dengan menepis sundulan akurat Sven Bender.

Keasyikan menyerang membuat Dortmund lupa akan lini belakangnya. Setelah bola berhasil direbut oleh Frankfurt di menit kelima, petaka pun menimpa Neven Subotic cs. Memanfaatkan umpan terobosan Marco Russ, Alexander Meier sukses menaklukkan Roman Weindenfeller dan mengubah keadaan menjadi 1-0.

Dortmund kemudian bereaksi untuk mengejar ketertinggalan. Namun pertahanan kokoh yang dibangun Frankfurt mampu menangkis segala serangan yang dilakukan, sebelum bola sampai ke wilayah Wiedwald. Pada akhirnya babak pertama pun berakhir dengan kedudukan 1-0 untuk tuan rumah.

Babak Kedua

Sepasang pergantian pemain langsung dilakukan Dortmund saat turun minum, demi usaha mengejar ketertinggalan. Sebastian Kehl dan Shinji Kagawa keluar, sementara Ilkay Gundogan dan Milos Jojic masuk mengisi peran.

Hasilnya cukup terlihat, karena dominasi mutlak dimiliki Die Borussen yang bagai mengurung Frankfurt dalam sangkar burung. Kans emas pertama didapat oleh Aubameyang di menit ke-53. Meneruskan tandukan Adrian Ramos, sepakan menyusur tanahnya hanya tipis di sisi kanan gawang Frankfurt.

Di menit ke-73, giliran Gundogan yang nyaris menyamakan keadaan. Penetrasi ciamik Milos Jojic diteruskan penggawa Jerman keturunan Turki tersebut dengan sepakan voli. Boom! Bola hanya menerpa mistar gawang.

Lagi-lagi karena keasyikan penggawa Dortmund dalam menyerang, Frankfurt malah sukses menggandakan keunggulan. Berawal dari salah komunikasi antara Matthias Ginter dan Weidenfeller, Haris Seferovic berhasil mengeksploitasi kekonyolan itu, untuk mengubah keadaan menjadi 2-0.

Kedudukan itu pun berakhir hingga peluit panjang dibunyikan. Frankfurt naik ke peringkat sembilan klasemen, sementara Dortmund terjerembab di dasar klasemen.

Susunan Pemain:

Eintracht Frankfurt: Wiedwald; Russ, Ozcipka, Chandler, Anderson; Ignui, Aigner, Hasebe; Seferovic, Meier, Stendera

Borussia Dortmund: Weidenfeller; Pisczeck, Subotic, Ginter, Durm; Khel, Bender; Grosskreutz, Mkhitaryan, Kagawa; Aubameyang